• klik klas

Apakah Kamu Sedang Merawat Keluarga yang Terkena Covid-19?



“Sekeluargaku terkena Covid, aku sendirian berjuang merawat mereka. Ayahku di rumah sakit, ibu di fasilitas isoman, dan adik-adikku di rumah saudara. Aku yang harus memastikan semuanya dalam keadaan cukup. Aku merasa sangat cemas, lelah dan sulit tidur. Apakah ini normal?”


Hai Klikers dan Teman Baik…Adakah di antara kamu yang sedang merawat keluarga tercinta dan merasakan hal serupa? Kamu lah yang merawat keluargamu saat mereka dalam keadaan kritis, kamulah yang merawat teman-temanmu, kamulah yang jadi tim sibuk serta mondar-mandir untuk memastikan semua orang yang kamu urus terpenuhi kebutuhannya. Kamulah caregiver keluargamu saat ini.


Bagaimana perasaanmu saat ini?


Bisa jadi saat ini perasaanmu sedang sangat tidak stabil. Kamu sempat terpikir untuk istirahat. Tapi, jika kamu istirahat, terlintas di pikiranmu, siapa yang akan bergerak merawat orang-orang terbaikmu di saat-saat genting seperti ini?


Saat ini bisa jadi sebenarnya kamu ingin menangis sepuas-puasnya, tapi rasanya kalau kamu menangis di depan orang-orang yang kamu sayangi, kamu takut akan membuat orang lain khawatir denganmu, padahal kamu benar-benar lelah.


Akhir-akhir ini, kamu bisa jadi ingin bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi setelah seharian merawat orang-orang tersayang. Namun saat kamu merebahkan badan, entah mengapa rasanya semua pikiran negatif hadir tanpa permisi. Kamu jadi sulit tidur, mudah terbangun, dan mimpi buruk.


Bisa jadi juga, saat ini kamu merasa marah pada dirimu sendiri. Kamu marah karena sempat terlintas pikiran untuk berhenti berjuang, tapi di sisi lain kamu juga tahu bahwa kamu berhak untuk istirahat dan memanjakan dirimu sejenak. Tapi, kamu juga berpikir, ‘mana mungkin istirahat sekarang?’.


Jika kamu adalah orang yang merawat keluarga dan orang-orang terbaikmu, wajar jika kamu terus merasa cemas akan keadaan orang-orang yang kamu rawat. Bisa saja saat ini kamu sedang berjuang untuk merawat harapan tapi juga bersiap dengan segala keadaan.

Jika saat menjalani peran sebagai caregiver ini perasaanmu kalut dan campur aduk, pahamilah bahwa hal ini sangat manusiawi dan wajar. Jika kamu merasa lelah dan ingin beristirahat, ini sangat dapat dimaklumi.


Pasti berat jika ada di posisimu ya. Terimakasih sudah berjuang hingga detik ini.


Klikers dan Teman Baik, di saat pandemi ini kita harus mengakui bahwa keadaan terus berada dalam situasi tidak pasti. Banyak dari kita yang tiba-tiba harus memanggul beban hidup yang lebih besar. Banyak dari kita yang tiba-tiba menjadi pengasuh bagi orang-orang terbaik kita. Banyak dari kita yang tiba-tiba harus merawat banyak orang dalam waktu yang bersamaan.


Memahami Kelelahanmu Sebagai Caregiver


Jika kamu merasa kewalahan, merasa sesak dan berat, sekali lagi kamu nggak sendirian. Stres dapat terjadi saat kamu berada dalam kondisi penuh tekanan dan ini wajar.


Kelelahan yang terjadi padamu dan pada caregiver lainnya bisa terjadi secara fisik, mental, dan emosional. Semuanya campur aduk jadi satu. Pasti nggak mudah melewati semua itu. Kelelahan yang terjadi padamu dan pada caregiver lainnya adalah jenis kelelahan yang nggak bisa tiba-tiba kita atasi dengan satu tidur malam yang nyenyak saja. Sebab, seringkali kelelahan ini merupakan akibat dari stres jangka panjang yang sudah lama bertumpuk-tumpuk. Jadi perlu sekali melakukan regulasi diri saat kamulah tumpuan perawatan keluarga.


Kenapa Kelelahan Bisa Terjadi?


Klikers dan Teman Baik, ngaku deh, pernah kan kita mengambil jeda beberapa saat untuk diri kita sendiri?


Kita yang merawat orang-orang yang kita sayangi seringkali lupa untuk merawat diri sendiri. Kita dapat terlalu fokus pada orang yang kita cintai sehingga mereka nggak (atau bahkan nggak bisa) meluangkan waktu untuk merawat diri kita sendiri. Kita lupa untuk memberi diri kita asupan makanan yang sehat, berolahraga, berbagi beban dengan orang lain yang kita percaya, bahkan sekadar membiarkan diri kita menangis sesekali untuk melepaskan beban hati kita.


Sumber stres kita yang merawat orang lain bisa berasal dari beberapa hal, seperti kita takut melakukan kesalahan karena kita bukan tenaga professional, kita takut kurang tanggap, kita cemas apakah bantuan yang kita berikan sudah benar-benar sesuai yang dibutuhkan, dan tidak tahu sama sekali apa yang harus dilakukan. Selain itu, bisa jadi kita merasa tidak punya sandaran, kita merasa berat dan tidak tahu harus bercerita ke siapa. Karena, untuk bercerita ke orang-orang terbaik kita kadang kita merasa takut membuat mereka khawatir, atau bahkan merasa tidak ada satu orang pun yang mampu memahami beratnya beban kita.


Akhirnya kita jadi merasa sangat lelah, bahkan ketika orang-orang yang kita rawat telah tertidur dengan lelap, kita kesulitan untuk memejamkan mata. Kita jadi mudah bingung dan frustrasi. Kita jadi mudah marah, mudah meneteskan air mata, kadang pikiran jadi tidak focus dan menjadi pelupa. Seringkali kita jadi mudah marah dan malah sering berkonflik dengan orang-orang yang kita rawat.


Yuk, Coba Jelaskan Pada Orang Lain Kondisi Kita



Klikers dan Teman Baik, saat kita memberi tahu orang lain bahwa kita sedang kelelahan kadang sangat susah ya… terutama kepada orang yang kita rawat.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu percakapan berjalan lebih lancar.


Jujurlah Pada Orang yang Kamu Percaya

Melepaskan beban itu penting. Jujurlah dengan diri sendiri dan orang lain yang kamu anggap bisa mendengarkan masalahmu. Semakin cepat kita mengakuinya dan meminta dukungan (meskipun cuma beberapa waktu untuk mendengar) akan semakin cepat kita bisa mulai pulih.


Spesifik Dalam Menyampaikan

Ketika kita berbicara dengan orang lain tentang kelelahan kita, cobalah untuk menyampaikan dengan spesifik. Misalnya sampaikan bahwa kamu merasa lebih lelah pada waktu tertentu, misalnya saat di malam hari, jadi sampaikan bahwa bisa jadi kamu akan mudah emosi. Atau, kamu bisa menyampaikan bahwa dirimu sedang lelah karena hal apa saja. Jangan hanya mengatakan, “Pokoknya aku capek” lalu pergi begitu saja. Rasanya nggak fair ya membuat orang lain merasa bertanya-tanya akan kondisi kita. Coba jelaskan baik-baik secara spesifik, kapan dan bagaimana kamu merasa lelah dan burnout.


Hindari Menyalahkan Orang Lain

Apakah kamu tergoda untuk meluapkan emosimu dengan menyalahkan orang lain pada situasi-situasi seperti ini?


Jika kita berpikir orang lain adalah akar dari stres kita, kenyataannya mungkin nggak sesederhana itu. Hindari mengungkit hal-hal yang menyakiti kita di masa lalu. Kalau kamu sedang lelah, bisa saja kamu tergoda untuk menyalahkan semua orang. Kamu merasa ingin mengatakan kepada semua orang bahwa kamulah yang paling lelah saat ini. Kamu bisa jadi tergoda untuk memaksa orang lain mengerti dan menyampaikan kondisimu dengan cara menyalahkan orang lain. Sayangnya, bisa jadi masalah tidak akan selesai dengan melakukan hal itu. Bisa jadi masalahnya lebih kompleks dari sekedar membuat orang lain merasa tidak enak hati dan menyadari masalah mereka. Bisa jadi kamu juga berkontribusi atas stress yang kamu rasakan. Intinya, menyalahkan orang lain tidak bisa serta merta menyelesaikan masalahmu.


Fokus Pada Apa yang Bisa Dilakukan

Kadang kita akan merasa ingin lari dari semua masalah kita karena semua terasa gelap dan tidak ada ujungnya. Duduklah sebentar, pikirkan kembali apa yang bisa dilakukan walaupun itu hanya memberi sedikit harapan. Stress bisa membuat masalah kita terlihat lebih gelap daripada yang seharusnya. Bertahanlah untuk terus fokus pada hal-hal yang bisa kamu lakukan.


Seperti melakukan hal-hal berikut ini:


Regulasi Diri Saat Jadi Caregiver

Klikers dan teman baik, kelelahan saat merawat orang-orang yang kita sayangi nggak bisa dihindari. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan saat kamu memang menjadi tumpuan utama keluargamu yang sedang mengalami sakit dan butuh dirawat.


Temukan Cara Menjadi Lebih Efisien Dengan Tugas Rutin

Kamu mungkin tipe perfeksionis yang tidak merasa lega jika suatu urusan tidak dikerjakan olehmu sendiri. Namun, temukan cara untuk mengurangi bebanmu. Jika kamu tidak bermasalah secara finansial, kamu bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang bisa memudahkan hidupmu. Laundry, jasa pembersih rumah, jasa pengantar makanan, dan jasa-jasa lain yang bisa membantumu mengurangi beban rutinitas harianmu. Nggak masalah sekali-kali membiarkan diri dimanjakan dengan kemudahan saat ini.


Belajar Mendelegasikan dan Menunda Apa yang kita Bisa

Klikers dan Teman Baik, kita nggak harus melakukan semuanya sendiri. Faktanya, kita seharusnya nggak melakukan semuanya sendirian. Coba ambil waktu sejenak dan pikirkan, mana yang benar-benar harus kita lakukan dan mana yang tidak. Meminta dukungan orang lain bukan berarti kamu lemah lho. Saat kita menerima bantuan bukan berarti kita nggak dapat menyelesaikannya sendiri. Saling menolong bisa jadi adalah cara untuk merawat hubungan dengan orang lain. Menerima kebaikan adalah salah satu cara menjaga hubungan baik dengan orang lain.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan Teman Baik



Klikers dan Teman Baik, merawat orang lain dengan jangka waktu yang nggak sebentar itu berat. Apalagi jika kita tahu orang yang kita sayangi sedang dalam kondisi kritis. Kita bisa merasa sangat cemas, takut dan kalut. Namun, perlu diingat juga, karena bebanmu berat, maka kamu harus menjadi kuat. Menjadi kuat salah satunya adalah dengan merawat diri sendiri di sela-sela tekanan yang begitu besar. Kamu harus menjaga diri, karena kamu sangat berarti. Kamu pasti bisa, aku percaya padamu.

Semangat bertumbuh setiap hari!


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya


Pinquart M, Sörensen S. Differences between caregivers and noncaregivers in psychological health and physical health: a meta-analysis. Psychol Aging. 2003;18(2):250-67.


AARP Public Policy Institute. Caregiving in the U.S. Published June 2015.


United States Census. Annual Estimates of the Resident Population for Selected Age Groups by Sex for the United States, States, Counties, and Puerto Rico Commonwealth and Municipios: April 1, 2010 to July 1, 2015.


9 views0 comments

Recent Posts

See All