• klik klas

Apa Yang Terjadi Saat Kamu Kehilangan Kata-Kata?

Pernah nggak, sih, beribu kata yang sudah kamu susun dalam pikiran seketika menghilang bagai asap saat kamu berada dalam kondisi tertentu?


Ya, kita sering menyebutnya speechless atau tak mampu berkata-kata.

Biasanya, kondisi ini muncul saat ada kondisi mengejutkan, tak terduga, yang datang menghampiri tanpa permisi. Ketika mendapatkan pengumuman bahwa kamu diterima perguruan tinggi favoritmu, atau mungkin ketika teman-temanmu memberi kejutan di hari ulang tahunmu, bisa menjadi salah satu sebab yang membuatmu tak mampu berkata-kata.


Akan tetapi,

"Ternyata speechless lebih sering terjadi ketika diri merasa takut, cemas, dan mendapatkan berita sedih yang tak terduga."

Misalnya saat kamu mau wawancara kerja atau seleksi beasiswa. Semalaman, kamu sudah menyiapkan berbagai jawaban dari kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang kamu perkirakan. Jika ditanya A, maka jawabannya B. Dan kamu melatih jawaban-jawabanmu sampai lancar, sampai kamu percaya diri bahwa wawancara esok hari akan berjalan lancar.


Namun, siapa sangka. Ketika berhadapan langsung dengan pewawancara, tanganmu mendadak gemetar, badanmu berkeringat dingin, dan jawaban-jawaban yang telah kamu siapkan seketika menguap begitu saja.

Lantas, jika speechless menyerang, apa yang harus dilakukan?


Pertama dan yang utama, kamu perlu menenangkan diri terlebih dahulu. Menyadari napas dengan menariknya dan mengembuskannya perlahan bisa menjadi salah satu cara menenangkan diri. Lakukan pernapasan terus hingga kamu tenang dan pikiranmu kembali jernih. Jika kamu sedang berdiri, cobalah mencari tempat duduk agar bisa lebih rileks.


Setelah tenang, kamu bisa mulai mencerna situasi dan menghadirkan diri kembali pada saat ini. Seluruh kosakata yang kamu miliki tidak akan hadir kembali ketika pikiranmu penuh dengan benang emosi yang ruwet. Maka, ingat bahwa ketenangan adalah kunci dari jernihnya pikiran dan emosi akan terurai dengan lebih jelas.

Ketika hatimu sudah tenang dan tubuhmu lebih rileks dari sebelumnya, cobalah kembali mengingat kata-kata yang ingin kamu ucapkan. Jawaban atas pertanyaan wawancara, ucapan terima kasih pada teman-teman yang memberi kejutan, atau bahkan segala keputusan yang perlu disampaikan saat kamu dalam kondisi terdesak.


Meski begitu, memang tak semua rasa dapat terjelaskan dalam kata-kata, terlebih ketika kamu menghadapi berita duka. Kalau pun tiada kata yang mampu kamu ucapkan, tidak apa-apa. Menyampaikan kedukaan, kekecewaan, kesedihan, ketakutan, dan segala emosi lain tidak hanya lewat kata-kata. Namun, bisa melalui sikap, ekspresi wajah, dan juga bahasa non-verbal lainnya.

So, jika speechless menghampirimu, terima ia. Tidak usah panik dan berusahalah untuk menenangkan dirimu agar kata-kata itu kembali hadir membantumu mengungkapkan rasa.

0 views0 comments

Recent Posts

See All