• klik klas

Apa Sih Tanda Kita Semakin Sehat Mental?

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya ke diri sendiri, “Apakah kesehatan mentalku membaik setelah segala upaya perawatan diri yang dilakukan?”


Klikers dan ##TemanBaik, kalau kita sedang mengalami sakit fisik, lalu kita periksa ke dokter, dan meminum obat, kita pasti kerasa ya bedanya kondisi kita pas sakit sama pas kita sembuh.


Nah, sekarang kalau kesehatan mental kita udah meningkat, apa nih ciri-cirinya? Sebab, rasanya nggak tanda-tanda yang jelas kayak pas sakit fisik, apakah kita sudah mulai sehat secara mental atau malah sebaliknya. Padahal kita udah mencoba melakukan konseling, relaksasi, dan berbagai upaya lainnya.


Karena kesehatan mental ini emang gangguan yang ga langsung terlihat mata, tapi seringkali terasa. Mari kita cek gimana sih tanda bahwa segala upaya menjaga kesehatan mental kita itu berbuah hasil apa nggak…


Gejala Kita Berkurang

Salah satu tanda yang bisa kita amati adalah intensitas dan gejala kita berkurang. Misalnya kita mengalami insomnia yang parah, sekarang kita sudah mulai tertidur sebentar, barang cuma 1 atau 2 jam. Atau, kita mengalami gangguan kecemasan, biasanya kita bisa kambuh hampir setiap hari, sekarang sudah berkurang dan lebih sedikit. Contoh lainnya adalah melihat dari intensitas. Misal kita mengidap gangguan emosi, saat emosi kita naik turun, kita bisa seharian merasa terkurung dan tidak berfungsi, atau bahkan lebih lama dari itu, maka jika terapi kita mulai berhasil, bisa jadi kita tidak lagi begitu lama terjebak dalam emosi yang naik turun dengan intens sampai berhari-hari. Bisa jadi kambuh dan melumpuhkan kita dalam beberapa saat saja.


Namun, jangan putus asa kalau kita masih punya gejala itu. Jangan putus asa jika kemajuan kita tidak stabil. Semua itu butuh proses. Tujuan utama kita adalah terus bertumbuh dan berprogress, maka sekecil apapun progressnya, jangan lupa dirayakan. Selamat kamu sudah semakin sehat dari hari kehari.


Ciri-Ciri Umum Lainnya

Lalu, gimana cara mengidentifikasi diri kita yang nggak punya gangguan mental berat. Misal nih, saya nggak punya gangguan panik, insomnia, atau gangguan lainnya yang levelnya berat. Tapi, tetap saja kan kadang stress dan tekanan hidup membuat kita jadi down dan banyak pikiran. Kita nih yang paham bahwa kesehatan mental itu perlu diusahakan, pasti ngelakuin beberapa usaha untuk mengatasi hal-hal yang mengancam kesehatan mental dalam hidup kita. Nah, setelah serangkaian upaya dilakukan, apa sih tanda-tanda umumnya selain pengurangan intensitas dan gejala gangguan yang dialami?

Kualitas Tidur yang Semakin Baik

Bagi yang menjalani terapi atau sesi konseling lanjutan. Salah satu pertanyaan pertama yang akan ditanyakan oleh para profesional kesehatan mental kepada kita adalah seperti apa jadwal tidur kita.

Tidur dan kesehatan mental itu saling berkaitan lho. Karena indikator penting kita mengalami stress yang nggak bisa kita atasi adalah gangguan tidur. Bisa jadi kita jadi susah tidur, mimpi buruk, atau tidur yang tidak dalam dan mudah terbangun (insomnia atau kesulitan tidur); atau; kita jadi terus menerus merasa kelelahan dan jadi terus menerus tidur meski kita sudah cukup banyak tidur (hipersomnia (terlalu banyak tidur)).

Makanya, jaga bener-bener deh tidurmu. Tidur cukup dan berkualitas sangat penting untuk diupayakan sekuat tenaga, seperti kita sekuat tenaga nyicil uang liburan akhir tahun hehe. Peningkatan pola tidur adalah ukuran kemajuan yang baik. Misalnya, kalau kita mengalami gangguan tidur berupa insomnia, apakah kita sudah mulai bisa tidur lebih banyak? Kalau gangguan tidur kita berupa hypersomnia, apakah kita sudah mulai bisa tidur pada waktunya dan pada jam tidur yang wajar? Kalau kita mengalami gangguan tidur berupa tidur yang tidak dalam (Light sleep) dan gampang mimpi buruk, apakah kita sudah mulai bisa tidur tanpa mimpi dan lebih nyenyak?

Jadi pola tidur ini indeks penting kesehatan mental kita yaaa..

Emosi Kita Lebih Stabil

“Siapa nih yang habis melakukan perawatan diri dan kesehatan mental emosinya makin stabil?”

Salah satu tanda peninkatan kesehatan mental kita adalah emosi kita udah nggak naik turun ekstrim kayak lagi main roller coaster. Emosi kita jadi nggak berubah secara ekstrim dalam waktu yang cepat dan kita lebih bisa mengendalikan emosi kita. Emosi kita nggak mengambil alih kesadaran kita lagi. Kesadaran kita ga dibajak oleh emosi kita, kita lah yang bisa mengendalikan emosi kita.

Misalnya kita telah mengalami kedukaan yang sangat panjang, kita merasa kita tidak punya emosi apapun, tidak ada bahagia, sedih, atau emosi lainnya. Kedukaan kadang membuat kita mengalami emotional numbness atau mati rasa emosi. Hidup kita terasa kosong dan hampa, artinya emosi inilah yang mengendalikan kita. Kalau kesehatan mental kita semakin baik, kita semakin bisa mengontrol emosi kita. Kita tidak lagi diarahkan oleh emosi, tapi kitalah yang memegang kontrol.

Nafsu Makan Stabil

Apa sih ciri kesehatan mental kita lagi terganggu? Salah satunya adalah kita jadi mengalami gangguan nafsu makan. Bisa aja, kita jadi nggak nafsu makan sama sekali, atau, jadi nafsu makan banget. Nafsu makan kita nggak stabil dan di luar kebiasaan kita. Makanya, hal-hal penting lain yang bisa menjadi indikator penting dalam indeks kesehatan mental kita adalah apakah nafsu makan kita stabil dan tidak ada perubahan yang ekstrim. Stabil itu bisa beda-beda ya untuk setiap orang. Ada yang setengah porsi hingga beberapa piring hehe. Yang penting adalah kita sudah kembali ke pola biasa kita.

Kita Lebih Punya Batasan yang Sehat

Batasan yang sehat itu seperti apa? Batasan yang sehat itu adalah saat kita tahu bahwa diri kita bisa kok punya batas (boundary) dengan orang lain. Kita tidak harus selalu seperti yang lain, atau kita tidak selalu harus terlalu berbeda dengan yang lain. Kita lah yang menetapkan batasan diri kita secara sehat.

Misalnya dulu kita nggak berani menolak orang lain, sekarang kita lebih sehat dalam menentukan batasan kapan mengiyakan kapan tidak. Dulu, bisa jadi kita terlalu berjarak, sehingga orang lain sulit mendekati kita, sekarang kita tahu kapan harus menarik dan mengulur batasan pribadi dan orang lain.

Kenapa memiliki batasan diri dan lingkungan itu penting? Karena pada dasarnya, manusia adalah campuran antara makhluk individualis dan sosial, maka kadang perlu ada waktu untuk menjadi diri sendiri tanpa intervensi juga waktu untuk bersama orang lai

Kita Lebih Percaya pada Diri Sendiri

Jika kita adalah tipe orang yang sangat bergantung pada pendapat orang lain untuk membuat keputusan, kemampuan baru untuk memercayai penilaian kita sendiri, dapat menjadi pencapaian besar dalam perjalanan kesehatan mental kita.

Bayangkan perasaanmu ketika mengenakan pakaian baru? Menyenangkan bukan?

Nah, sekarang bayangkan kamu sedang membuat keputusan untuk meninggalkan dirimu yang sebelumnya dan menjadi diri yang lebih percaya diri. Kita tidak lagi mencari validasi dari luar (orang lain), karena kita tahu apa yang sedang kita jalani, dan bagaimana kecepatan kita sendiri.

Kecerdasan Emosional Kita Meningkat

Meskipun kita nggak bisa mengukur kecerdasan emosional kita sebagaimana kita bisa mengukur IQ kita, tapi kerasa kok kalau kecerdasan emosional kita meningkat. Misalnya, kita bisa merespon berbagai hal yang tidak menyenangkan dalam hidup dengan lebih baik.

Beberapa tandanya adalah kita nggak menginternalisasi, atau menyimpan emosi kita terlalu dalam, seperti dulu. Tingkat kecerdasan emosional kita yang tinggi juga bisa ditunjukkan dengan kita untuk mengekspresikan diri sendiri secara asertif daripada menjadi agresif atau pasif-agresif. Kita mungkin juga lebih bisa bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri.

Gimana Kalau Kondisi Saya Kronis?

Jika kita memiliki kondisi kesehatan mental yang kronis, kita bisa jadi merasa frustrasi karena harus hidup dengan diagnosis gangguan mental selamanya, tapi sebenarnya ada tanda-tanda yang lebih jelas yang mungkin dapat kita ambil untuk mengukur kemajuan kita saat kita berjuang untuk sembuh.

Pertama, penurunan episode gangguan. Kalau kita memiliki gangguan depresi berat, kita biasanya akan memiliki beberapa kali episode kambuh dalam setahun. Kalau kita berobat dan terjadi peningkatan kesehatan mental, episode ini akan berkurang.

Kedua, perilaku sehat kita akan meningkat. Jika kita berurusan dengan penyakit mental yang parah seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, episode kambuhnya gangguan dengan sangat berat, mungkin selalu menjadi bagian dari kenyataan kita. Bahkan, jika kita datang untuk terapi secara teratur, bisa saja kemajuan kita nggak terlalu banyak. Tapiii, kesediaan kita untuk minum obat setiap hari dan tidak pernah bolong saja adalah tanda positif lainnya yang harus kita rayakan.

Sepatah Kata Dari Klik.Klas

Dear Klikers dan #TemanBaik, tanda-tanda yang kita bicarakan di atas adalah sedikit ciri-ciri saja dari kesehatan mental kita yang membaik. Namun, kalau kita belum membaik dan nggak melihat adanya kemajuan apapun, bukan berarti nggak ada kemajuan sama sekali. Seringkali, kita terlalu ingin cepat selesai dan terburu-buru. Bisa juga kita nggak melihat perubahan dalam diri kita karena kita ingin perubahan yang begitu besar. Padahal ada perubahan yang tipis dan itu positif kea rah yang lebih baik. Atau, bisa jadi orang lain lah yang melihat perubahan dalam kesehatan mental kita. Semoga kita semua tetap semangat untuk #selalubertumbuh setiap hari.


Referensi

Compton RJ. The Interface Between Emotion and Attention: A Review of Evidence from Psychology and Neuroscience. Behavioral and Cognitive Neuroscience Reviews. 2003;2(2):115-129. doi:10.1177/1534582303002002003

Scott AJ, Webb TL, Rowse G. Does improving sleep lead to better mental health? A protocol for a meta-analytic review of randomised controlled trials. BMJ Open. 2017;7(9):e016873.

1 view0 comments

Recent Posts

See All