• klik klas

Adaptasi Pasca Menikah, Mana yang Harus Aku Prioritaskan?

Hai Klikers dan Teman Baik! Kali ini topik pembahasan #TemaniTeman akan berbicara tentang kehidupan setelah menikah. Spesial buat yang belum menikah, kamu bisa belajar lebih dulu tentang lika-likunya. Nah, buat yang sudah menikah tentu ini jadi perbincangan yang menarik, bukan?



Menikah memang ibadah terindah umat manusia. Meski demikian, banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah. Jangan akad tanpa memahami konsekuensinya. Persiapan itu meliputi fisik, ekonomi, sosial, dan mental. Ya, meskipun dalam perjalanan hidup manusia akan terus belajar dan berproses. Tapi paling tidak, sebelum memutuskan berumah tangga, perlu belajar, perlu ilmu, perlu memiliki pola pikir yang matang. Jadi, cinta saja tidak cukup ya…


Kapan aku siap? Sampai kapanpun, kamu mungkin tidak akan pernah tepat memastikan waktu yang pas untuk menikah. Ada aja ketakutan, kecemasan, overthinking nya sebelum nikah. Wajar kok. Tapi ingat, langkah selanjutnya adalah memantapkan hati dan meluruskan niat.


Ilmu pertama yang sangat terasa dari sebuah pernikahan adalah kamu harus melapangkan dada untuk belajar. Belajar menurunkan ego, belajar saling, belajar menerima keluarganya, belajar finansial, serta belajar mengelola diri dan emosi. Nah, yang paling menantang adalah belajar menata prioritas. Kenapa? Karena setelah menikah, peran kamu akan bertambah. Dulu hanya sebagai anak, kini sebagai anak mantu, sebagai istri atau suami, sebagai kakak atau adik ipar. Kalau kamu punya anak, peranmu jadi sebagai ibu atau bapak. Kalau kamu bekerja, kamu jadi working parent, kalau kamu lanjut sekolah S2 atau S3, tentu kamu juga sebagai mahasiswa. Kalau kamu punya usaha, sudah pasti kamu sebagai entrepreneur. Sangat kompleks.



Mendapat amanah dengan peran yang banyak tidaklah mudah. Butuh proses adaptasi yang dibarengi dengan regulasi emosi. Nggak bisa dong, dikit-dikit emosian… Wah bisa-bisa buyar semuanya. Itulah hidup, semakin bertambah usia sejatinya tanggung jawab manusia semakin bertambah.



Lantas, bagaimana cara mengatur prioritas? Semuanya bisa asalkan kamu mau berkorban. Contohnya, kamu menikah dan mengambil S2 dalam waktu yang bersamaan. Siapa sih yang nggak tau tugasnya anak kuliah segudang seabrek! Sementara kamu harus mengurus rumah, pasangan, anak (kalau sudah punya anak), membuat jadwal family time, dan masih banyak hal yang harus kamu lakukan. So, kamu harus buat strategi manajemen waktu. Misalnya, hari sabtu minggu adalah hari tanpa tugas, hari kerja di jam-jam tertentu kamu harus selesai mengerjakan tugas ini dan itu, bahkan kalau perlu kamu bisa bangun dini hari kalau tidak suka begadang. Hanya kamu yang tau batasan kemampuan diri. Ingat, saat ini prioritasmu adalah keluarga.


Tidak perlu mengejar sempurna untuk menjadi manusia seutuhnya. Apalah arti IPK tinggi dan karier gemilang jika keluargamu tidak bisa menikmatinya dan justru merasa kehilangan kamu karena terlalu sibuk. Kalau kamu bahagia, keluargamu pasti bahagia. Merekalah ladang kebaikan terbesar bagimu… Kamu bisa #SelaluBertumbuh selama mau beradaptasi! 😊

Tentang Penulis

Nurkhalisha Ersyafiani, S.Psi

Halo Klikers dan Teman Baik, saya Ersya. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Saya senang belajar tentang dinamika kehidupan manusia, berbagi cerita, juga menulis artikel seputar kesehatan mental dan pengembangan kepribadian. Ngobrol yuk via Instagram di @nurkhalishaersya

0 views0 comments

Recent Posts

See All