• klik klas

4 Tahap Membuat Pikiran dan Emosi Lebih Fleksibel

Klikers dan Teman Baik, fleksibilitas diri dalam mengelola pikiran dan emosi tentu akan sangat membantumu berbaur dan menjalankan berbagai peran sosial sesuai situasi. Hanya saja, membangun fleksibilitas diri dalam berpikir dan mengelola emosi tidak bisa muncul begitu saja secara instan.


Berdasarkan buku Resilience: The Science of Matering Life’s Greatest Challenge yang ditulis oleh Steven M. Southwick dan Dennis S. Charney, Ada 4 tahap yang bisa kamu lakukan agar mampu membangun fleksibilitas dalam mengelola pikiran dan emosi, yaitu:



1. Acceptance – Penerimaan

Menerima bahwa tidak ada hal yang pasti di dunia ini dan menerima bahwa ada hal-hal yang di luar kendalimu menjadi tahap awal yang bisa kamu pelajari untuk membuat pikiran dan emosi menjadi lebih fleksibel. Dengan penerimaan ini kamu jadi tidak terlalu ambil pusing jika ada hal-hal tidak menyenangkan terjadi karena kamu tahu bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginanmu. Kamu pun bisa belajar menerima hal-hal yang tidak bisa diubah dan fokus pada apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubah hal yang bisa diubah.


2. Reappraisal – Penggambaran Ulang

Terkadang, apa-apa yang terjadi dalam hidupmu memiliki berbagai sisi yang bisa membuat pemahamanmu utuh. Melihat dari berbagai sisi dapat membuatmu memiliki penggambaran ulang akan suatu hal yang terjadi dalam hidup. Dengan demikian, kamu belajar untuk tidak hanya fokus pada satu sudut pandang saja. Hal ini bisa membantumu lebih fleksibel dalam mencari penyelesaian masalah, juga lebih fleksibel dalam mengelola emosi yang turut serta dalam situasi itu.



3. Learn from Failure – Belajar dari Kegagalan

Kegagalan nggak selalu buruk, lho. Justru jika kamu bisa belajar dari kegagalan, kamu bisa melihat hal apa yang bisa kamu ubah dengan sudut pandang lain. Belajar dari kegagalan memintamu untuk menerapkan poin 1 dan 2 di atas. Tidak apa-apa jika kamu masih sulit menerima kegagalan yang terjadi dalam dirimu. Namun, dengan terus berlatih poin 1 dan 2, lambat laun, kamu akan bisa untuk mulai belajar dari kegagalan dan menjadi lebih baik lagi.


4. Humor – Tawa dan Kesenangan

Nah, hal terakhir ini tak boleh dilewatkan. Meski banyak tekanan dan masalah datang dalam hidup, jangan lupa tertawa dan bawa humor ke dalam hidupmu. Candaan dan berbagai jokes receh bisa membantumu mengontrol emosi, terutama emosi yang tidak menyenangkan. Temukan hiburanmu, tertawalah, dan siapa tahu melalui tawa itu kamu bisa melihat secercah cahaya yang menerangi penyelesaian masalah-masalahmu.

Jika kamu bisa menerapkan 4 tahapan ini dan menjadi orang yang fleksibel dalam pikiran juga emosi, dengan atau tanpa kamu sadari, resiliensimu akan meningkat, loh! Kamu jadi bisa bangkit dengan lebih mudah meski hidup terus menerus terasa menjatuhkanmu. Kapan pun dan di mana pun, kamu selalu punya pilihan untuk #SelaluBertumbuh dan menjadi pribadi yang semakin resilien juga fleksibel.

Selamat berproses dan berlatih!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All